Sukses UKM Jangan Menunggu Bantuan Pemerintah
Written By BMI News on 22 Maret 2014 | 14:59
Menuju puncak kesuksesan dalam dunia bisnis bukanlah hal mudah tetapi harus dibarengi dengan kerja keras dan kemauan kuat dari dalam diri sendiri. Demikian halnya mengembangkan Usaha Kecil Menegah (UKM) yang juga membutuhkan kinerja ekstra untuk mencapai mimpi sukses tersebut tanpa batas waktu.
Pernyataan di atas disampaikan oleh Yuswohadi saat berbincang dengan kami melalui ponselnya, Kamis, (13/3).
Menurutnya, pengembangan Usaha Kecil Menenah (UKM) harus menerpa semangat kerja sekurang-kurangnya tiga tahun sejak start pertama atau dari titik nol. Baru setelah itu memikirkan trik manajemen pengembangan untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang.
"UKM itu kebanyakan di Indonesia, masa survivalnya 3 tahun, itu bisa take off dan bisa jatuh. Kalau baru mulai biasanya bisa jatuh dan ga fokus. Jadi jangan masih suka nyoba-nyoba. Bisnis itu harus fokus kalau mau hasilnya jangka panjang,"paparnya.
Adapun tips agar usaha kecil menengah itu tidak gampang drop, sambung dia, adalah dengan membuat brain bahwa usaha itu tidak sekedar mengejar deadline omset semata.
Selain itu juga dengan memperbaiki manajemen internal UKM itu sendiri. Mulai dari manajemen keuangan, pembekalan dan perekrutan karyawan, marketing/promosi, mengelola komunitas, customer service, viar itu harus dikuasai.
"Brain itu bukan logo ya. Jadi setelah 3 tahun berjalan maka masuklah ke manajemen yang bener. Biasanya kalau just omset saja tujuannya, maka UKM itu ga akan tahan lama. Ga bisa sukses. Kalau brainya kuat, bisa sukses bahkan sampai 100 tahun walaupun perintisnya sudah tidak ada, perusahaan itu tetap berjalan,"terangnya lagi.
Bicara soal manajemen keuangan, Yuswohadi juga menilai bahwa masih perlu pembenahan. Menurutnya uang perusahaan dan uang owner tidak boleh dicampur adukkan.
"Harus dipisah itu,"tegasnya.
Di luar itu, Yuswohadi pun berharap agar pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) itu tidak menggantungkan harapan berlebihan kepada bantuan pemerintah. Karena, kata dia, UKM adalah usaha mandiri yang sejatinya dikerjakan dengan modal sendiri. Adapun bantuan pemerintah hanyalah tambahan saja dan bukan prioritas.
"Saya kira kalau UKM butuh suport pemerintah, itu UKMnya yang problem saya kira. Bukannya ga boleh di suport. Banyak yang sukses bukan krn suport pemerintah. Tapi krn ia kerja keras, kemauan sendiri lalu terbentuk kualitas dan brain itu tadi,"tandasnya.
"Kalau pemerintah mau suport ya bagus tapi bukan itu yang utama, tapi kemampuan UKM itu sendiri memperbaiki manajemen. Ga ada sukses tanpa kerja keras. Itu sudah warisan. Enak-enak itu ga ada,"tutupnya. (TYO)