BeritaBMI
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed comment feed
Home » » Kampung Migran di Kunjungi Mahasiswa Asing

Kampung Migran di Kunjungi Mahasiswa Asing

Written By BMI News on 29 April 2014 | 16:38

Sekelompok mahasiswa dari 13 negara yang kuliah di Li Po Chun United Word College of Hong Kong (LPCUWCHK), mengunjungi Kampung Buruh Migran Desa Tracap, Wonosobo, Jawa Tengah, akhir Februari 2014.

Belasan mahasiswa asing itu melakukan program "Migrant Worker Project Week". Materi programnya meliputi riset parsitipasif dan beramah tamah dengan penduduk Kampung Buruh Migran tersebut selama 4 hari dari tanggal 24-28 Februari 2014. Para mahasiswa asing tersebut juga melakukan pembuatan film dokumenter.

Belasan mahasiswa itu berasal dari Maltepe, Hong Kong, Sarajevo,Inggris, Jerman, Guatemala, Timor Leste, Namibia, Jepang, Norwergia, Republik Ceko, Finlandia, dan Uganda.

Kampung Migran Desa Tracap didirikan oleh mantan buruh migran, Maizidah Salas yang pernah bekerja di Taiwan dan Korea Selatan itu. Salas juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wonosobo Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

Dengan melakukan "Migrant Worker Project Week" itu, mereka berharap bisa berbagi pengetahuan dengan warga Kampung Buruh Migran Desa Tracap, Wonosobo. Program itu juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai permasalahan pekerja migran Indonesia.

Selama melaksanakan program itu, mereka juga memberikan pendidikan pelajaran Bahasa Inggris, senam yoga, pelatihan bela diri, pelajaran menari bagi anak-anak buruh migran dan warga sekitar.

"Kegiatan yang kami lakukan di sini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi saya pribadi dan teman-teman saya," kata Nadia, Koordinator Li Po Chun United Work College of Hong Kong (LPCUWCHK).

Dia mengaku sangat senang bisa belajar dan bermain dengan anak-anak yang sebagian besar ditinggal orang tuanya bekerja di luar negeri. "Kami juga tidak menyangka (memperoleh) sambutan yang sangat luar biasa dari orang-orang di kampung buruh migran ini. Ramah-ramah, murah senyum, dan baik-baik," ujar dia.

Nadia menuturkan, dia dan teman-temannya juga sering bertemu dengan BMI di Hong Kong. "Tapi di kampung buruh migran ini kami jadi menyadari bahwa perjuangan para BMI ini terasa sangat luar biasa. mereka bekarja di luar negeri jauh dari keluarga, untuk sebuah cita-cita yang sangat luar biasa juga," tutur dia.

Kampung Buruh Migran ini beralamatkan di Dusun Jojogan, Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan di kampung migran itu digerakkan oleh 79 mantan BMI yang pernah menjadi korban tindak perdagangan orang.

Dimotori Maizidah Salas, di kampung migran ini didirikan sekolah gratis untuk anak-anak buruh migran yang di tinggal orang tua mereka karena harus bekerja di luar negeri.


Bagikan berita ini :

 
Copyright © 2014. SUARABMI.COM - All Rights Reserved - Theme oleh Situs Berita Teknologi dan Lingkungan - Design oleh iwarta